Balada Tiga Bocah….

# Si bocah number 1: 6,1 tahun.

“Kalo aku udah gede nanti, aku kan jadi ayah, trus dik Aura jadi ibu, trus dik amartha jadi apa, dong…? “ Dijawab emak-bapaknya: ” jadi ayah juga.. “ (di pikiran pendek kita, yang namanya anak laki-laki, kalo ntar gede trus nikah, trus punya anak ya otomatis jadi ayah, dong?) Eh, doski protes, lhoooh.. !

” Kan aku yang jadi ayah. Masa’ nanti ayahnya ada 2..?(dan mulai-lah emak bapaknya yang amatiran ini berceloteh tentang laki-laki dan perempuan yang menikah, yang lalu jadi suami istri, lalu punya anak dan si suami jadi ayah, si istri jadi ibu…. ) Dan sepertinya, celotehan panjang lebar dan gak jelas itu makin bikin doski bingung….😀

# Si bocah number 2: 3,7 tahun.

Lagi seneng banget bacain surat-surat pendek. Bisa lho, di sepanjang jalan dari dan menuju daycare, nyerocosin terus itu surat-surat pendek (yang ITU-ITU aja, tentunya. ). Oh ya, akhir-akhir ini lagi seneng banget sama lagu Ibu Kita Kartini (yeah, walopun syairnya teuteupppp aja kebalik-bolak. hihihi..)

Nah udah gitu, ini bocah nampaknya bakal jadi tipikal anak gadis tulen, deh. Dibeliin barang apapun, A-PA-PUN, *asal baru* doski tuh girangnya minta ampun. Bahkan meskipun ‘cuma’ (sorry) celana/kaos dalem, sekalipun. Itu barang baru dari sejak dikasih sampe doski tidur bisa dipegangiiiiin terus nggak dilepas-lepas. Niru siapaaaaa, yaaaa…? Ahhhh, pokoknya sampe terharu deh, yang ngebeliinnya.😀

# Si bocah number 3: 1,8 tahun.

Udah mulai melafalkan beberapa kata dengan (well yeah, anggap saja) cukup jelas. Iya, lah. Minimal emak bapaknya tahu, apa yang doski maksud. Dan berikut, beberapa kata yang akhir-akhir ini lagi jadi trending topics doski:

– haaaa—peeehhh… (bukan Ha-Pe, ya. Ini maksudnya: apel)

– piiii—piiiii… (jelas, ya. Pipi)

– aaaa—yaaahh… ( ini juga pasti jelas, kan? Ayah.)

– aaaann—doooo… (oke, cukup nggak sopan sebenernya, manggil kakakmu tanpa sapaan abang.. tapi nggak papa, lah. Umurmu baru setahun setengah, kok..🙂 )

– eemmm—baaaakkk… (nampaknya kata “mbak” lebih gampang disebut ya, daripada Aura. Iiihhh, kamu pilih kasih ya, sama kakakmu..?😀 )

– beeee—beeeekk.. (ini gara-gara baru kemaren kakaknya beli mainan bebek-bebek-an)

Dan…. klimaksnya adalah, kalo doski disuruh manggil Iiii—buuuuu…! Doski langsung cuek, dan dengan nyantai mengeja lagi dari awal, kata-kata diatas: apel, pipi, ayah, andro, mbak, bebek…. zzz……

Ibunya kan jadi nelongso… Anak yang sembilan bulan lebih didalam perut dibawa-bawa, dilahirin dengan taruhan nyawa, disusuin sampe sekarang, belum bisa lhooo, manggil Ibu… Ah, malangnya nasibku…. *lebay*

Ps. mau hujan angin, kek.. hujan badai, kek… hujan duit, sekalipun, Ibu cintaaaa sekali sama kalian, Nak. Suweerrrrrr…! *siapin payung raksasa in case beneran hujan duit*😀 )

2 thoughts on “Balada Tiga Bocah….

  1. Hihihi sama dulu juga ephraim lebih duluan ngomong bapak daripada mamak. Sirik to the max ke bapaknya. Tapi yah kan jadinya jelas, 9 bulan di perut siapa, keluar dari perut mainnya kebanyakan sama siapa *berkaca dari pengalaman*

  2. Hahaha.. iya juga sih. Pas anak2 udah brojol, rasanya kok jadi merasa sudah selayaknya SEMUA tanggung jawab yang berhubungan dgn mereka dialihkan ke bapaknya, ya? *ibu macam apa, inihhh* Hahaha…

silakan tinggalkan komentar disini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s