Nikmat yang mana lagi….

... yang kau dustakan…?

Pertanyaan itu serta merta terbersit dalam kepala saya, waktu  siang tadi -setelah beberapa minggu absen kesana- saya menengok si tengah dan si bontot ke daycare. Suasana siang di daycare lumayan rame. Hanya si bontot saya saja yang sedang tidur, jadi masih ada 8 anak lagi yang sedang aktif bermain. Dan disanalah dia, gadis kecil yang badannya tidak lebih besar dari si tengah saya -menurut bunda pengasuhnya umurnya mau 3 tahun- berdiri membelakangi saya. Hanya terdengar suara ceriwisnya yang nanya ini itu. Normal-normal saja, seperti kebanyakan anak-anak seumuran-nya yang banyak komentar tentang ini, komentar tentang itu. Kalimat yang diucapkannya terdengar sempurna, dengan artikulasi yang terdengar cukup jelas. Sama saja dengan anak-anak yang lain.  Tapi begitu ia berbalik, saya tercekat. Wajahnya…. Subhanallah….

Saya tahu, menilai seseorang dari penampilan fisik itu dangkal sekali. Tapi melihat seorang gadis sekecil itu, dengan *maaf* tulang hidung merengsek ke dalam, dua bola mata yang tidak berhenti berkedut, dan kepala yang nyaris selalu bergoyang, (entah karena gerakan reflek, entah memang sarafnya yang tak mau berhenti bergerak)  saya, benar-benar terhenyak. Drupadi. Begitu namanya. Dari cerita bunda pengasuhnya, sang ibu masih amat sangat muda, -saya belum sempat ketemu, tentu saja- dan waktu hamil Dru, begitu si gadis kecil itu dipanggil, dokter sudah memberitahu kondisi Dru kalo ia lahir nanti. Mungkin secara tak langsung dokter memberikan opsi untuk menghentikan kehamilan karena meneruskan kehamilan itu sangat beresiko sang jabang bayi lahir dalam kondisi fisik tak sempurna. Tapi sang Ibu memilih untuk meneruskan kehamilannya, dan melahirkan Dru dengan kondisi yang seperti sekarang. Allahu Akbar…

Menurut cerita bunda pengasuhnya, mata kanan Dru saat ini adalah mata buatan. Kalo umurnya sudah mencukupi, akan dilakukan operasi cangkok mata. Gustiiiiii….! Hanya dengan membayangkannya saja bulu kuduk saya meremang. Operasi cangkok mata untuk sang gadis kecil kita?  Oh, My GOD!😦

Sungguh, hati saya trenyuh, sekali. Trenyuh dengan kebesaran hati sang ibu menerima kondisi Dru, walopun dari awal dokter sudah mengingatkan, dan itu artinya sebenarnya ia bisa saja memilih untuk tidak melahirkan Dru. (Baiklah, tidak usah memperdebatkan masalah ini, karena ujung-ujungnya akan sama saja dengan perdebatan ASI-Sufor, persalinan alami-cesar, ibu rumah tangga-ibu bekerja, endesbre, endesre…) Dan hingga detik ini saya masih belum bisa membayangkan seandainya saya di posisi ibunya Dru waktu itu, dan di posisinya sekarang, dan di posisinya nanti. Entah apa yang akan terjadi dengan sumbu sabar *pinjem istilahnya si Mamak 3G* saya yang pendek ini. Yang jelas, saat ini saya hanya bisa mengucap hamdallah, dikaruniai 3 anak yang sempurna fisiknya. Walopun kadang ke’aktif’an mereka bikin pening kepala, walopun kadang suara berantem mereka bikin kepala nyut-nyut-an, walopun kadang jutaan pertanyaan seringkali mereka lontarkan justru saat tubuh saya nyaris tak bisa digerakkan karena sudah over load …🙂

Karena kalo saja -sekali lagi, kalo saja- ALLAH berkehendak, IA cukup menggeser satu saja, entah saraf yang mana saja dari jutaan saraf di tubuh mereka, dan… sim salabim, hanya IA yang tahu akan seperti apa nanti jadinya fisik dan psikis mereka. Ah, Mama Drupadi… aku salut padamu, dan dengan kesabaranmu itu, mudah-mudahan Drupadi menjadi ladang amal buatmu, dan menjadikanmu (calon) penghuni surga. Amiiinnnn…

Jadi… mari diingat-ingat lagi… nikmat dari-NYA yang mana lagi yang sudah kita dustakan…?

4 thoughts on “Nikmat yang mana lagi….

    • huhuhu.. iyaaa… liat ABK di TV dengan liat langsung riil di depan mata itu bedaaaa bgt, Mak. Aku aja kmrn gak sengaja nangis pas meluk si Dru ini. (iya, anaknya hangaaaatt sekali. ketemu orang langsung akrab gitu, dan ceria-nya itu menurutku salah satu tanda hidupnya bahagia, ya…)

  1. haduuh…langsung keliyengan ngebayangin Dru, dan gak kebayang bgaimana kesabaran mamanya. Baca yg gini2 nih, bikin kita teringat lagi begitu banyak pemberian Tuhan yg harus disukuri. Thanks for sharing mbak😀
    O iyee…belum kulonuwun, saiyah newbie di wordpress ini, temannya mamak3G juga..blogwalking ke para tetangga sekalian kenalan😀

    • halo, mommy Laudya.. salam kenal… calon besannya mamak Sondang, kan? *eh?😀
      Iya, kadang2 kita suka lupa betapa sudah sangat banyak yang Tuhan kasih ke kita, ya. Begitu liat yang jauuuuh lebih kurang dari kita, baru deh, ter-Oh, Oh…😀
      Ini pada pindah ke wordpress gara2 multiply mau tutup ya..? Baiklah… mari berdo’a semoga wordpress jg gak ikut2an tutup. Kalo sampe tutup jg, kita demo rame2..😀

silakan tinggalkan komentar disini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s