Untuk Baginda Raja

Dear, Baginda Raja…

Saya tahu, sejak kita menikah, banyak hal yang (dulunya) penting, menjadi tidak (terlalu) penting lagi buatmu. Motor Ninja warna hijau 500 cc itu (kamu menurunkan kelasnya menjadi yang 250 cc, saat melihat saya manyun ketika tahu harganya😀 ); gadget-gadget canggih nan keren yang banyak dimiliki teman-temanmu itu; TV plasma berlayar super lebar; termasuk juga sepeda yang kamu incar untuk sekedar dipake di acara nggowes bareng teman kantor di hari Jum’at….

Saya juga tahu, mempercayakan masalah keuangan keluarga sepenuhnya kepada saya, lalu mengerem semua keinginan pribadimu agar supaya kita punya cukup tabungan untuk sekolah A3, dan lalu menabung rupiah demi rupiah demi untuk mewujudkan cita-cita kita melunasi rumah (aamiin for that) mungkin adalah hal paling sulit yang pernah kamu lakukan, (tapi kamu tokh tetap melakukannya).

Dan saya juga bukannya tidak tahu, banyak hal yang lainnya lagi yang terpaksa (harus) kamu korbankan, demi untuk menyenangkan hati istri dan anak-anakmu ini. Hanya saja, kadang-kadang, saya masih menganggap itu semua hal yang biasa. Saya menganggap semua yang sudah kamu lakukan untuk kami adalah sebuah kewajiban. Suatu kelaziman, hal yang memang sudah seharusnya kamu lakukan.

Well, hari ini saya tahu, saya salah.

Semua yang sudah kamu lakukan untuk kami adalah pengorbanan. Pengorbanan yang (mungkin) tidak semua orang mau dan mampu melakukannya. Kamu letakkan saya dan anak-anak di prioritas tertinggi kamu, mengalahkan semua kebutuhan dan keinginanmu.

... And GOD bless you for that, my dearest husband…

1360991496870

#terima kasih untuk kadonya, kamu sudah berhasil membuat saya terharu (lagi!)

6 thoughts on “Untuk Baginda Raja

  1. betul. Many times we take our dearest hubby’s act for granted. Lagian bapak-bapak jaraaaaang banget deh ungkit-ungkit ‘pengorbanannya’. Kita perempuan ini kan yang karena cerewet eh ekspresif, berasa paling berkorban, karena suka ‘mendaftar’ nih kurang me time nih, capek hamil dan ngelahirin nih, udah ngurus ini itu nih, sambil kerja loh ini, aku berkorban gak anu itu lho ini… Hihihi, setiap ‘perngorbanan’ seperti harus kelihatan ya. Makanya kalo ada cowok ngungkit pengorbanan aku mikir ih ampun kayak ebo-ebo aje deh ente….

  2. ehh, ada postingan romantis mengharu biru ternyata…
    kalo Baginda raja-nya baca, pasti langsung kelepek-kelepek nih hihihihi
    Cinta dan pengorbanan emang sepaket yak (bagi penerima cinta), tapi bagi si pemberi cinta….dia gak ngerasa itu sebagai pengorbanan
    cuiiit cuiiit *ikutanromantis😛

silakan tinggalkan komentar disini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s