Tersandera…

Waktu positif hamil Aura dulu, mengingat riwayat saya yang pernah 2 kali keguguran, Dokter Lina menyarankan saya berhenti menyusui Andro. Dan karena umurnya udah hampir 2 tahun, maka proses penyapihan itu bisa dibilang gampil, banget. Nah pas hamil Amartha, dan terpaksa menyapih mbaknya, Aura kan masih berumur 15 bulan lebih sedikit, tuh. Lagi aktif-aktifnya nyusu. Kadang sepanjang jalan dari dan menuju daycare, dia nyusu terus tanpa henti. Tapi ya mau gimana lagi. Daripada membahayakan (calon) adiknya, kan? Nah. Sejak berhenti nyusu itu, dia mengalihkan ritual nyusu sebelum tidur menjadi… pegang2 dan cium2 lengan saya. Favoritnya sih lengan kanan. Nggak tahu gimana awalnya. Pokoknya sejak disapih, setiap kali mau tidur, doski harus megangin lengan saya. Lengan, ya. Bukan telapak tangan. Jadi kebayang dong, tiap kali tidur saya musti miring kearah dia tidur. Kalo dia belum pules dan saya udah pegel pengen ganti posisi, udah pasti doski ngamuk. Dan itu artinya, proses mulai tidurpun harus di-restart lagi… Zzzzzz….

Nah terus, nggak tahu juga gimana awalnya, mendadak sekarang si bontot ikut2an ritual mbaknya itu. Malah intensitasnya jauh melebihi mbaknya, karena kalo Aura pegang lengan saya saat mau tidur saja, nah kalo adiknya kapan dan dimana saja. Sesuka-sukanya dia. Di mobil, di kursi depan TV, di kursi meja makan, di mall, pokoknya dimanapun. Dan kalo kebetulan saya lagi pake baju lengan panjang, *which is setiap hari, karena saya kan berjilbab, kecuali di dalam rumah* otomatis lengan baju itu harus disingsingkan, sampe lengan saya itu beneran bisa dipegang. Hoalah Nak, Nak… Emang sih, lengan Ibu kece, langsing-langsing gimanaaaaa, gitu. (uhuk, uhuk!) Tapi kan itu aurat, tahuuuu…!😀

Yang paling seru tentu saja kalo waktunya tidur, dong. Secara 2 bocah itu kan masih tidur bareng saya (Baginda Raja sih udah bisa tidur tenang sama si sulung). Jadi otomatis begitu naik kasur, posisi tidur saya udah harus langsung terlentang. Sok, lah. Lengan kanan dipegangin si tengah, lengan kiri dipegangin si bontot. Bener-bener kayak sandera perang. Nggak bisa gerak. Mau miring kanan si bontot sewot, miring kiri, si tengah pasti ngerengek. Uuuuuhhh… kalo udah gitu, emaknya hanya bisa pasrah, deh….*sebenernya masih untung sih, abangnya nggak ikutan nimbrung* hahaha…

@ stasiun bandung, naik kereta ke cicalengka PP. Murmer, dan the krucils senengggg, sekali. Ya eya, lah. Wong naik keretanya sambil bawa jajanan segambreng... :D

@ stasiun bandung, niat banget naik kereta ke cicalengka, PP. Murmer, dan the krucils senaaangggg, sekali. Ya eya, lah. Wong naik keretanya sambil bawa jajanan segambreng…😀

(dan kok jadi inget cerdas cermat jaman TVRI dulu, ya: sebelah kanan saya: Aurora, sebelah kiri saya: Amartha)😀

6 thoughts on “Tersandera…

    • iya, orang Bandung wanna be. Imigran, May. Aku dari Jawa Tengah. Disini udah dari tahun 2002, jadi boleh deh ya, ngaku ikut memiliki Braga, PVJ, Ciwalk, BIP.. hahaha…
      Dirimu dari Cimahi, kan? Skrg kami tinggal di Gedebage, jadi Bandung sih, cuman Bandung coret.. hahaha…

  1. hahahaha kayaknya bakal lamaaaaa pisah ranjang sama krucilsmu, mak. Tapi bagus Mak, tidur terlentang , seperti saran titik Puspa biar kulit tetap kencang katanya hahahaha

    • posisi tidur paporitku kan miring, Mak. Jadi tentu saja tidur terlentang itu menyiksakuuuuu…. ! Kulit ini sepertinya sudah mentok di kekencengan sedang deh, jadi sepertinya tidur terlentang itu tidak akan byk membantu…😀

silakan tinggalkan komentar disini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s