Perihal (pilihan) gaya hidup

luxury-lifestyle

gambar pinjem dari sini

Beberapa waktu lalu, saya sempat ternganga-nganga liat tayangan infotainment yang mengekspose artis -mantan istri siri si raja dangdut itu, tuh- pamer tas harga 500 jeti lebih. Sungguh, pas liat tayangannya, saya langsung kesedak kertas tagihan cicilan rumah, haha. Oh my, 500 jeti untuk sebuah tas? Dengan duit segitu, saya bisa beli rumah di Buahbatu regency, loh. *teuteuupp rumah idaman dibawa-bawa* Eh, masih kurang sih sedikit, tapi sisanya bisa dikreditin, kan? *mental kreditur*๐Ÿ˜†

Saya juga sempat terbelalak waktu denger cerita baginda raja tentang pengakuan salah seorang tamunya, ibu-ibu muda, yang terang-terangan mengaku tas yang dipakenya saat itu… NYICIL 12 bulan! Uhm, mudah-mudahan cicilan bunga nol persen ya, Bu..๐Ÿ˜† Ini salah satu bukti bahwa suami saya bisa diajak nggosipin eh, ngobrolin tentang apa saja, termasuk tas-tas branded yang harganya bikin lumanyun itu, ya? ๐Ÿ™‚

Nah kemaren saya baca jurnalnya sang blogger pujaan yang -seperti biasa- ditulis dengan sangat menawan disini dan jadi pengen ikutan curcol masalah gaya hidup sebagian masyarakat kita, di jaman yang makin abu-abu ini.

Salah seorang politisi dari partai biru (haha, iyes dong. Sesekali saya juga nonton berita politik, jangan cuma hossip-hossip artis aja, Seus. Rada intelek dikit, dong ah!๐Ÿ˜† ) beberapa hari lalu mendadak jadi buah bibir dan dikritik pedas oleh para ulama, sebagian besar masyarakat (yang mungkin pelaku poligami?) karena ditengarai kalimatnya menjudge mereka-mereka pelaku poligami itu sebagai koruptor. Oh well, saya nggak perlu jelasin siapa yang benar siapa yang salah, karena kenyataannya si politisi ini juga berkilah kalimat yang dia lontarkan di depan media massa nggak se-vulgar itu. Hm, sounds familiar ya, kalo politisi ngeles?๐Ÿ˜†

Cuma saya kok punya pemikiran gampil begini… Sampeyan pejabat negara. Misalnyaaa… misalnya gaji 20-30 juta. Anak 2 biji, kuliah di luar negeri, istri masuk sebagai anggota kehormatan club sosialita, trus sempat-sempatnya sampeyan punya ‘istri’ lagi : darimana uang yang dipake buat menafkahi ‘istri’ sampeyan itu..? Saya pribadi bukan penentang poligami, ya. CATET. Untuk yang muslim, ayat tentang poligami itu jelas-jelasย  ada di Al Qur’an

Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.โ€ [QS. An-Nisaโ€™: 3].

Jadi inget, ketika ada kasus rumahtangga poligami yang rusak karena berberapa oknum yang tidak mampu berbuat adil, tidak boleh lantas menyalahkan poligaminya. Sebab banyak juga rumah tangga monogami yang berantakan. Wallahu aโ€™lam

Sumber dari sini

Correct me if I’m wrong

Dari sekian banyak kasus korupsi yang terbongkar akhir-akhir ini, cobaaaa dilihat-lihat lagi, ternyata para (tersangka) koruptor itu suka menebar benih cinta dimana-manaaaa… Ada yang ke TEMEN ISTRI-nya, ada yang ke ANAK SMA, ada yang ke PENYANYI-PENYANYI DANGDUT… Aish! Bikin pusing! Eh, tapi kasusnya kok jadi lebih menarik karena ada embel-embel berbagi cinta ini, sih?๐Ÿ˜†

Terus, kalo udah begini, siapa yang salah? Salah gue..? Temen-temen gue..?:mrgreen:

Salahkan GAYA HIDUP. Iya, dong. Cobaaaa, kalo hidupnya kayak saya: gaji-tunjangan sebulan habis cuma buat biaya daycare, bensin, sekolah A3, beli makanan, beli susu, sama… belanja di OLS. Mana adaaa duit sisa buat dipake macem-macem..? Huahaha…

Maksudnya, macem mana coba, kalo gaji cuma segitu-gitunya, terus masih iseng-iseng punya ‘istri’ (notice? dari awal kata istri saya pakein tanda petik, haha!) di luar istri resmi. Besar pasak daripada tiang, Jendraaalll…!๐Ÿ˜†

Masalahnya, hukum soal ‘istri’ ini ribetnya juga sama kayak duluan mana: telor apa ayam. Duluan mana: permintaan apa penawaran? Duluan mana: suami iseng, apa cewek nganggur?:mrgreen:

Mohon maaf seandainya ada pelaku poligami yang baca jurnal gak jelas saya ini. Cuma tolong tanyakan lagi ke hati nurani terdalam deh, apa yang mendasari sampeyan mau dijadikan ‘istri’ ke-2? (atau ke-3? atau ke-4? Yang ke-5 dan seterusnya saya nggak mau komen..๐Ÿ˜† ) Cinta? Kasih sayang yang tak pernah didapatkan dari orangtua? Atau… faktor U..? Bukan umur, loh ya.๐Ÿ˜‰

Saya kenal seorang teman yang hidupnya didedikasikan untuk menjadi ‘istri’ ke-2 seorang pejabat eselon (buat temen-temen internal affair saya, jangan tanya siapa orangnya! buat bahan gossip kalo kita kopdar nanti, yes? *memancing maut*๐Ÿ˜† ) dan saya nggak salahin dia karena memilih jalan hidup seperti itu. Buat apa? Temen emang iya, tapi kan dia bukan sodara saya. Dia udah gede, eh tua, udah pasti tahu mana yang baik mana yang buruk. Kalo ternyata tingkat kebutuhan membutakan nuraninya, ya… salah gue?:mrgreen:

Yang mau saya kritisi, di jaman seperti ini, disaat para pejabat negara disorot kinerjanya, dicurigai harta kekayaannya sama KPK, nggak serem tuh, kalo ntar ditanyain duit buat nafkahin ‘istri’ keduanya darimana…? Hayooooo…?

By the way, suka keliatan nggak sih, bedanya orang yang tajir melintir sampe kepuntir-puntir dari sejak masih di perut ibunya, sama orang kaya nanggung yang ‘baru’ mulai kaya ketika umurnya masuk 40 atau 50 tahun? Oooh, setidaknya dia sempat kaya, Fit.๐Ÿ˜† Beneran bedaaaaa…! Orang yang baru kaya (dan kekayaannya nanggung) itu biasanya suka teriak-teriak marahin pelayan restoran, lalu nyolot ke tukang parkir, lalu nyerobot sambil klakson-klakson dan ngasih lampu jauh di antrian ketika nyetir. Orang kaya dari sononya? Dibikin kesel sama orang, angkat pistol, dong! Dorrrr! Trus (katanya) ditangkap polisi, trus (katanya) diadili trus (katanya) udah masuk bui, trus beberapa tahun kemudian, nubrukin mobil mewahnya ke pagar rumah ‘istri’ keduanya, bareng ‘temen deket’nya yang sama-sama lagi teler. Hahaha… Yang ini baru hossip sosialita, yes?:mrgreen:

Anyway, soal gaya hidup ini juga jadi salah satu PR terberat saya sejak jadi ibu. Ya elah, dari tadi udah ngomong (sok) serius, ujung-ujungnya ngomongin masalah em(b)ak-em(b)ak lagi.๐Ÿ˜†

Saya tahu, nggak ada satu pun orangtua yang mau anaknya hidup susah. Kepala jadi kaki, kaki jadi dengkul, dengkul jadi tangan, semua dipertaruhkan untuk menjamin masa depan mereka. Tapi.. hidup itu berputar. Katanya kayak roda ya? Ada kalanya di atas, ada saatnya musti dibawah. Inget nggak, sama mbak AS, politisi yang cantik-pinter-mantan putri-punya anak lucu-duit banyak- pokoknya semua orang sepakat hidupnya sempurna sebelum ditinggal meninggal suaminya, yang sekarang musti mendekam di dalam penjara puluhan tahun? Itu contoh nyata, ALLAH bisa membalikkan nasib seseorang, secepat DIA mau, sedramatisir apapun DIA ingin. Nggak, saya nggak mau membayangkan salah satu keturunan saya masuk bui gegara kasus korupsi *amit-amit ketuk2 meja* yang saya bayangkan adalah akan selalu ada kemungkinan terburuk, mereka hidup dalam kekurangan (secara ekonomi). Duh gusti Allah yang maha baik, boleh tetep ngotot, berkahi keturunan kami dengan rejeki yang baik, ya! (dan banyak, haha, teuteuppp..๐Ÿ™‚ )

Tapi jika memang itu yang jadi garis hidup mereka, saya cuma bisa berdo’a, semoga dikuatkan hati dan pikiran mereka untuk menjalaninya dalam keimanan dan keislaman yang kukuh, hingga berhasil melewatinya dengan baik.

Beberapa tahun lalu, salah seorang tetangga baik saya, sangat baik karena beliau sungguh ringan tangan membantu kesulitan tetangga-tetangga-nya sempat saya protes, karena membiarkan 2 anaknya yang waktu itu masih kelas 5 dan 6 SD,ย  BERJALAN KAKI dari rumah menuju jalan raya (which is sekitar 1 km aja, gitu) lalu lanjut NAIK ANGKOT ke sekolahnya, SETIAP HARI. Gila ya, mobil sama motor ada gitu loh, di rumah. Fasilitas jemputan sekolah juga kan ada. Ngapain nyiksa anak sendiri..?

” Karena sejatinya, manusia itu tidak perlu diajari caranya menjalani hidup senang. Menjalani hidup susah itu, yang nggak semua orang bisa…. “

Matek, akuuuu…!!!

Dan sejak saat itu, saya nggak segan-segan ngajak Andro-Aura naik angkot, nyobain naik bis (walopun tetep bis DAMRI yang AC, haha!), naik becak… (err, kalo yang satu ini macem piknik saja mereka, kesenengan!๐Ÿ™‚ )

Aura sih naga-naga-nya tahan banting, ya. Doski nggak pernah ngeluh diajak panas-panasan jalan kaki atau ngangkot. Nah abangnya nih, yang perlu diajarin lebih keras. Moso’ ya, kapan itu pas diajak naik angkot, baru jalan sekian meter doski teriak dengan sangat keras (dan lalu diketawain orang seangkot):

“Bu, nyalain AC-nya, dooongg! Panas banget, iniiiii…!”

Zzzzz…..

Jadi, kecuali kita yakin bakalan mampu mewariskan harta benda yang nggak bakalan habis 7 turunan 8 tanjakan, boleh deh ya, dari sekarang dipikirkan bagaimana caranya supaya nanti anak-anak kita tahan banting jika memang harus menghadapi kerasnya hidup, kejamnya dunia. Yaa Allah, boleh ngotot lagi supaya anak keturunan saya nanti, tercukupi semua kebutuhannya? Dan mumpung ENGKAU masih mendengarkan, boleh saya tambahkan? Tercukupi semua kebutuhannya, terkabulkan semua keinginannya, terpenuhi semua mimpinya, DENGAN CARA YANG BAIK DAN HALAAL. Aamiin…

Udah, ah. Minggu pagi, nih. Dan ini adalah postingan pertama saya dari rumah. Thank GOD, akhirnya modem bisa diberdayakan maksimal, ternyata kartunya yang perlu diganti. Aish, dari dulu, kenapeee..? Sekarang udah hampir jam 7. Waktunya bersenang-senang! Apa? Oh, kerjaan rumah udah beres semua, dong. Cucian udah disikat habis semalem, rumah udah disapu, di pel-nya nanti aja -kalosempat-๐Ÿ˜† Masak? Di hari libur? Ngapain? Makan di luar aja, kakaaaakkk..! Kalo kata neng Tyke, dont rich people difficult—> jangan kaya orang susah! Walopun beneran susah, bergaya hidup senang aja, deh. Apa susahnya, sih?:mrgreen: ,

Yuk ah, mau naik sepeda, kitaaaa.. Ada yang punya sepeda baruuuu…!

Aih, beli sepeda baru? Di tanggal tua? Bisa? Bisa dong! Kartu kredit kan dibuat untuk begaya di akhir bulan. Dibayarnya minggu depan pas gajian, kok.. err.. kalo ada sisa duitnya, ya. Oh, makan tuh, gaya hiduuupp! Huahaha…

Happy sunday, people!๐Ÿ™‚

—> diralat: happy saturday, besok baru sunday, huahaha.. ini ngetik buru2 soalnya udah ditungguin tim goweser di depan rumah, sih…๐Ÿ™‚

112 thoughts on “Perihal (pilihan) gaya hidup

  1. Sama kayak arman, ini sabtuuuu hihihi. Aku panik baca ini sambil santei masak dan beberes mikir ini sabtu gak kemana mana stelah hectic dua minggu full dan mikir apa aku salah hariii? Harusnya ke gereja kalo minggu *woi bikin deg degan 20 detik woiiii*

  2. Fitri ngelindur, dah ga sabar pengen kerja senin kayaknya hihihi. Aku gak yakin tuh fit mbak as hidupnya menderita, paling dia penjara cuma judul doang, tapi sering pulang. Masuk bui kalo lagi ada inspeksi doang. But life is never fair anyway, and we dont have to be like them just because their life seems to have glitter all over

    • Habis gimana ya, mbak Nov? Buatku, kerja itu ibadah, sih… #eeaaaa…:mrgreen:
      Huahaha, aku nggak mau komen ttg itu, ah. Takut ada fans mbak AS yg baca, takuuuttt… *payah*๐Ÿ˜†
      Sumpah mbak, aku baru sekarang2 loh, tahu bahwa TERNYATA ada tas seharga rumah, baju seharga mobil, berlian seharga apartemen… woohooo….! Nggak berani mimpi punyaaaaa…!

  3. Itulah kenapa aq sangat bersyukur, ortuku sngt keras mendidik anak2nya…ada/ga ada art di rumah ttp kerjaan rumah dibagi rata sm kakak2ku. Kalo mls nya kumat ibuku slalu bilang, iya ndhuk tak doain biar nanti km punya art bnyk…jd apa2 ada yg ngurus km tinggal leyeh2.. :))
    Dan ternyata sekarang ibu beranak 3 ini ternyata ga punya art 1 pun, mn suami kerjanya jauh pula…alhamdulillah msh kuat ngejalaninya meski terseok2 hahahaha * ga kebayang gimana ribetnya nanti kl dah msk kerja*

    • Hahaha, saluuuttt utk doanya ibu. Ah, kasih ibu tuh ya, beneran sepanjang masa, belum apa2 udah didoain punya ART banyak, saking nggak penennya liat anak tersayang capek..
      Dan benerrr… siapa bilang, hidup ART-less mustahil, ya? Jempol deh, buatmu! Eh, buatku juga dong, hahaha….

  4. setuju banget tu sama ibu tetangga… gak perlu ada yg diajarin hidup senang, hidup susah tu yg harus dipersiapkan. *catet*
    Klo kata suami, salah satu keuntungannya hidup pas2an kayak kami sekarang ni : kamu gak perlu buang2 energi kuatir suami punya cewek lagi. lha wong waktu dah habis buat kerja jungkir balik, trus duit juga dah gak ada sisa buat dibuang ke cewek yg lainnya. hahaha.. dan smoga jika nanti kami ada kesempatan buat dikasih rejeki yg berlebih, smoga masih diberi kekuatan untuk mengingat jaman pas2an dulu, cuma istrinya ini yg setia menemani. haha..

    • Hahaha, itu juga yg ku syukuri dari baginda raja, Ni. Gaji cukup aja, nggak kurang, lebih pun tak banyak. Cobaaaa kalo lebihnya kayak AF itu, aih.. bagi2 duit ke perempuan kayak bagiin permen, mainannya udah tingkat ratusan jeti2 aja, gituuuu..

      • beteuull… ketika ada biasanya malah kegelincir yaaa…๐Ÿ™‚

        Tp biasanya berpunya setelah bersusah payah dan meraihnya pun dengan susah payah, biasanya ke depannya sih tetap baik dan rendah hati. Tapi dulunya susah trus dapet pasangan kaya dan tiba2 jadi okb, ini nih yang guawaatt..^^

  5. ๐Ÿ˜€
    ada yang termakan infotainment.
    biar nggak pusing ya gak usah dimasukin ke hati dan pikiran lah…. apalagi muncul pertanyaan ini itu dna akhirnya mencari2 tahu…. apa itu nggak termasuk “wa laa tajassassuu”?

    kita cuma tahu gaji mereka sekian puluh juta. itu yg terlihat. cengan hitung2an yg kita buat sendiri, mustahil mencukupi kebutuhan beberapa orang istri. tapi itu versi yg terlihat dan versi kita. kita nggak tahu sebenarnya yang masih tersembunyi. siapa tahu dia punya perusahaan atau anak keturunan orang kaya yang hartanya di mana-mana.

    carilah udzur untuk saudaramu…

    pagi2 koq bijak gini yah๐Ÿ˜€

    • Bukan mencari2 tahu, brother..
      Menganalisa dgn sederhana. Tolong dicermati lagi, yg dimaksud dlm jurnal geje ini adalah orang2 yang sudah jelas pemasukannya HANYA dari 1 pintu. Yang punya usaha sampingan dan rich from the born nggak kusebut2 deh, kayaknya.
      Woleeeess, bukan lagi cari2 keburukan, aku (maksudnya) sedang mencari pencerahan buat diri sendiri, kok. Kalo terkesan membuka aib sesama muslim, oh well.. itu udah pasti kesan yg salah.๐Ÿ˜‰

  6. eh mak si AS sering ditengokin kok sama yang katanya pacarnya ituh… lho kok tau? soalnya rumah gw pas didepan penjara wanita pondok bambu dan tetangga gw sipir yg sering ngegossipin para orang kayah yg ‘mondok’ disitu…*halah kok nambahin gossip*

  7. Fit, Ngga usah orang terkenal, kadang kalo ke Indonesia aku berhitung: gaji segini, pola hidup begitu (mobil, makan ditempat mahal, gadget, penampilan ok dll) apa cukup ya? Banyak yang ngga tahan godaan mau dapet semuanya dan menghalalkan segala cara. Mereka pikir banyak uang = hidup terjamin = bahagia selalu.

    • banyak uang = hidup terjamin sih mungkin bener, ya mbak. Cuma bahagia selalu-nya itu kan, yang masih jadi pertanyaan besar. Bahagia beneran nggak sih, mereka yang punya duit tanpa nomor seri itu..?๐Ÿ˜€

  8. Nggak punya sepeda gowes baginda ratu, adanya sepeda bermesin hihihi .. Alhamdulillah sejak kecil di ajarin hidup susah, hidup prihatin, hidup sederhana๐Ÿ™‚ tapi susah ngerem “jalan-jalan” nih baginda hahaha ^_^

  9. Mbaaa, coba dunk dibagi gosip2 nya, kayanya seru bangett, aku mikir keras siapa aja itu *halaaaahhh* hahahahaha. Yang tas nya mahal itu, tadi baruuu aja aku liat lg, dia lagi ceritain tas yang dipake klo buat ke bali doang hahahaha..

  10. mb fitrii…serem ya gegara gaya hidup pengen yang ‘aneh2’ jadi malah kemana2 deh. Jadi orang kaya itu juga cobaan ya mbak. Cobaan biar gak riya, gak semena2 dan gak salah jalur.
    Dan iyaa..aku juga nyeseg klo liat ada yang beli tas lebih mahal 3xnya dari harga rumahku yang tak cicil sampe 10 tahun ini. -____-“

    • Nah itu dia, Ul. Nyesek beneran liat seleb bawa tas seharga rumahku yang kucicil 10 tahun itu juga… Maksudku, itu baru 1 tas, lah dia kan tasnya nggak cuma 1…? Ada puluhan, belon sepatu, belon parfum, berlian, mobil, apartemen.. Hiyaaaa… eike yang pusing! Huahaha…

  11. hahaha….. anak2 diajarin naik angkot kalo seumuran sekarang mah serasa lagi diajak berpetualang ato piknik haha…
    nanti udah SMP juga mereka yg ‘memohon2’ kok hehe… pengin naik angkot aja, gitu katanya. gak tau ini salah satu fase ‘berpetualang’ mereka juga atau mulai mikir utk hidup hemat :))

  12. Baru sempet baca pagi ini, ngikik-ngikik sendiri sambil ngenes juga… Ya kadang kalo kita lagi futur… (salahkan PMS), dengar atau baca berita orang yang bisa borossss gitu jadi bikin ill feel ya?? berasa kita jadi makhluk paling malang gitu deh.. padahal kalo kita liat yang di bawah kita itu jauuuuuhhhhh lebih banyak… artinya gak perlu lah liat ke atas buat hal-hal yang begitu, mending kita liat ke bawah biar bisa semakin bersyukur.
    Dan setuju, yang harus kita ajarkan adalah bagaimana hidup susah.. dan menurutku salah juga mbak, orangtua-orangtua yang dulu ngerasa ‘menderita’ di masa kecil dan sekarang punya prinsip anak-anaknya gak boleh menderita. Kan kita gak bisa njamin to??? Dengan kita mengajari sedikit kesusahan, diharapkan ntar mereka jadi tahan banting.. amien.. maaf panjang banget komennya ^_^

    • jadi orang emang harus lebih sering nunduk ke bawah ya, mbak Ika. Kalo terus2an liat keatas, bisa2 kesandung, kitaaa…
      Aku kenal beberapa orang yang manjain anak2nya karena nggak mau anak2nya menderita kayak orangtuanya pas kecil, cuma seringnya manjainnya kebablasan. Sayang ya, niatnya sih mulia, namanya orangtua, mana ada sih yg mau liat anaknya susah, tapi kan secara nggak sadar dia merapuhkan sistem pertahanan anaknya sendiri yang penting bgt buat ngelawan kerasnya dunia..๐Ÿ™‚

  13. naaah….yg jd pns aja kesel sama kehidupan pejabat2 itu. gimana sayaaaaahhh?? duit banyak entah dr mana..tp ribut minta laptop, udah di beliin laptop ‘dr pajak masyarakat’..di pake cuma buat maen. mau ngimel aja, malah di suruh anter/via fax..alasannya gak bisa pake email. maksud nganaaaaaaaah???? balikin tuh laptop!!!

    btw mbak, soal si tas 500jt. kayaknya aku gak percaya deh. secara tas hermes dkk itu di buatnya dikit bgt dlm staun. dan itu waiting list..kalo dlm waktu 6 bulan dy gak belanja berapa jutaaaa gt..nomernya mundur. masa iya segitu banyaknya yg di korup-in??

    • aiiihhhh… itu paragraf pertama kok curcol bangeeett..? Ngomongin siapa, hayoooo… ?๐Ÿ˜†
      Ish, Ica kok sampe hapal sih soal Hermes ini. Nah looohhh… punya berapa biji, di rumaaahhh…? Bagi satu, sini! Mau kujual buat ngelunasin rumah..:mrgreen:

      • hahahaaa..embeeeer! banyak tau mbakfit yg gitu. pliiis deh gak hits banget sih pejabat2 ituu…hihi. gak punya sama sekali mbaak, kayak tante2 tauuk..haha. aku tau dr temen aku yg kerja di LV london..

  14. baca ini sambil menggos2
    eh, kemaren aku liat youtube tentang Ussy dan Andhika, dan dia beli tas 400juta lho…..dan suaminya gak dibolehin beli mobil๐Ÿ˜› katanya karena merknya dia gak suka….yaampunn… kalau kita….udah jadi rumah ya Fit…..

  15. โ€ Karena sejatinya, manusia itu tidak perlu diajari caranya menjalani hidup senang. Menjalani hidup susah itu, yang nggak semua orang bisaโ€ฆ. โ€œ===) matek juga mba bacanya..pegimana mau ngajarin anaknya, kalo emaknya kadang masih kalap kalo belanja, stress kalo pas tanggal tua, pusing kalo tiba2 ada pengeluaran tak terduga….oh anakku, semoga engkau lebih bijak daripada ibumu…

  16. Bener banget sih ini soal gaya hidup๐Ÿ˜€ Dan ikut mengamini doa2nya๐Ÿ˜€ Semogaaaa.. jgn sampe lah terlalu dipercaya Tuhan sampe diijinkan sesuatu yg berat2 terjadi.. Aminn..hahaa.. *tetep milih*..

    Tas 500jt? itu duit semuakah?? huahaha.. Ya keless ada selipan uang monopoli..hahaha..

  17. beli tas mahal? Apakabar KPR yang baru akan lunas saat anak pertama kuliah?

    hahaha

    pelacur ah … pelan-pelan curhat lo, de! *toyor pala sendiri*

    walo menurut gw pribadi, kadang kita memang perlu memberikan reward utk diri sendiri for what we’ve been through. Walo sekedar 1 jam leyeh2 ngupi dan baca novel picisan, yang penting gak mendengar jeritan anak berantem. Hihihi

    • Apakabar KPR yang baru akan lunas saat anak pertama kuliah? —-> hahahaha… *ngetawain diri sendiri juga*๐Ÿ˜†
      benerrr, De. Sesekali, self reward itu perlu juga, ya. Demi menjaga level kewarasan, haha..

  18. saya kadang berpikir, apa ongkos produksi dari barang yang muuuahal itu memang ya muuahal ya… apa jangan-jangan, ya memang mahal sih, tapi juuuuuuuauh ga semahal harganya jualnya setelah jadi: artinya harga jual itu memang sengaja dimahalkan karena memang imagenya yang sudah dibuat mahal..

  19. kalo kata temenku yang anti-poligami,, :
    “pada dasarnya manusia itu gak akan pernah bisa berbuat adil, jadi sebenernya intisari ayat itu yah nyuruh laki-laki beristri satu doang kok,,”

    nah lhooo…hahaha
    ekeu sih woles aja ama yang poligami,,selama BUKAN suami eik..hihihi

  20. hahahaha… minta setel ac di angkot itu sukses bikin aku ngakak ngakak sendiri niy….. supeeeer sekali, nanti klo udah besar jadi juragan angkot trus semua angkot pasangin ac yaaak…. ealah kok jadi bahas angkot. YUppp setuju mba Fit, aku sering banget bahas koruptor ini sama misua, rata2 memang seperti yg dirimu tulis…

  21. hihihihihi,, heboh banget mbak gosip nye,,,๐Ÿ˜† setumplek gosip deh di ringkas di sindang,,, salam kenal mbak,,,๐Ÿ˜€ , ehya aku juga anti poligambreng mbak, CATET.:mrgreen:

    • nggak semua gossip, loh. Sebagian ada yang bener2 terbukti keabsahannya, haha..
      Salam kenal juga, bunda gawul. Err… aku nggak anti poligami ya. Aku hormat dan salut sama mereka yang berhasil menjalani kehidupan poligami. Cuma kalo ditanya: trus mau, dipoligami…? —> pingsan๐Ÿ˜†

  22. jadi inget mbak, zaman jomblo dahulu kala, pernah ditawarin jadi ‘istri’ ke-2 oleh seorang teman untuk temannya yang sedang mencari, pas eike menolak tanpa berpikir, dia bilang gini “Innalillah, lo ternyata belom jadi muslimah yg sholehah ya, Rin” *pengsan* qiqiqiqiqi

  23. wow, perspektifnya kerren nih mbak…
    btw, klo aku blm sampe sgitu sih, tp br nyadar ternyata aku itu rada maruk, sukanya klo mandi pake air panas tp klo tidur malem setting ac sampe dingin selimutan, padahal klo dipikir2 kan pemborosan enargi krn AC sharusnya buat kita nyaman aja n gak sampe selimutan…hehehe
    tp klo aku cara susah masih bisa lah, gak sgitunya juga kali ya, wkt kkn tidur pake tikar ambal plus kipas kecil jg bs….
    tp klo pengluaran n gaya hidup emang pilihan seseorangm contohnya aku bs ngeluarin kocek 500K dr tabungan sendiri buat wagyu beef, tp klo buat kaca mulut dental yg 20 rb pasti minta sm mama….hehehe
    namanya jg passion!

  24. kalo kata kakekq dulu,warisan ilmu emang lbh penting drpd warisan harta,krn harta bs abis,sedangkan ilmu bisa untuk nyari harta hehehe dan ini bener bgt,berlaku buat mamaq dan sodara2nya..mreka g ada yg kaya banget,tp Alhamdulillah selalu cukup,barokah rejekinya. aq jg pengennya gitu ke anak2ku nti
    mari berdoa supaya rejeki kita cukup dan barokah,cukup buat byr cicilan rmh (teteuuupp) cukup buat shoping,cukup buat nabung,cukup buat liburan,,hahahaha dan lainnya,kalo rejeki lebih takutnya malah khilaf ya buuuwww๐Ÿ˜€

  25. tetep ya si ols nyempil dipostingan mba ahahahahah

    cerita si tetangga itu ngingetin aku dulu waktu masih sd masih piyik lah ..yang namanya pulang sekolah disuru jalan kaki mba sama bokap (panassss gilak makanya dulu aku gosong ) or mentok kalaupun dijemput supir itupun naik motor. mobil hanya sesekali. trus karena dikala dulu bokap tugasnya di desa2 nun jauh dipelosokan sana tanpa listrik jadi tiap liburan sekolah aku diharuskan hijrah dari kota buat ngerasain keidupan desaa,,, weleh weleh bawaanyaa prrotess aku. tapi makin besar aku ngerti kalau bukan tanpa tujuan bokap nyuruh aku seperti itu. ternyata ngajarin hidup inin gak selamanya diatas gak selamanya senang selalu.

    • OLS ini kan penghibur mata disaat hati sedang gundah gulana, Nis..๐Ÿ˜†
      Aih, bokap keren sekali. Ngajarin hidup prihatin, walopun kalo beliau mau, kan lebih gampil memfasilitasi anak gadisnya biar hidup lebih enak, ya…

  26. Aih, mbak fitri tampaknya pakar hosseip nih๐Ÿ˜†
    Btw aku setuju sama tetangganya mba fitri itu, ngajarin kesederhanaan kadang memang jauh lebih susah ya mba. dan butuh effort yang luarrrr biasa, apalagi kalo udah kadung terbiasa hedon hehehe.

    • lah kok bisa? sungguh deh akunku ini. aneh bin ajaib bener.

      btw komen ah.. aku juga suka nih postingan ini. akan diterapkan ke haziq biar dia ga menye-menye. masalahnya, belum apa-apa bapake yang keburu kasihan. gimana sih ini? hihi…kayaknya klo urusan ginian, emaknya yang lebih “kejam”

    • haha, sorrriiii ya Vi. Ternyata emang banyak komen yang nyangkut di spam. Jangan ngambek atuuuh, kamu cantik, deh..๐Ÿ™‚
      Kalo masalah ‘kejam’ ke anak, dimana2 yg namanya emak2 emang paling jago, loh. Beneran! Lebih tega. Err.. tapi, untuk urusan fisik, kayak macem imunisasi/suntik menyuntik, teuteupp sih, aku yang lebih parno…๐Ÿ˜†

  27. Semoga gak masuk spam lagii. Amiiin๐Ÿ˜€

    Karena komenku udah telat, dan komen di atas udah keren-keren. Aku nanya aja deh mbak yang beneran orang kaya dari bayi itu sosialita yang mana yaaa? Hahaha, aku beneran gak gaul๐Ÿ˜›

  28. hoo…cuma mo bilang…itu yang digosipin saya tau semua (kecuali yang jadi istri kedua di dunia internal), berarti saya termasuk yang update berita dan gosip ya dibanding yg udah pada komen-komen. xixixixixi…

    okeh…sepakat sekali mbak, kalo anak emang WAJIB diajar hidup susah, tapi sepakat juga sama mbak Novi…kalo kita harus mengajarkan anak bahagia dalam siatuasi apapun

    • Hohoho, sesama penikmat dunia hossip, mari toss dulu….๐Ÿ˜†
      Iyesss, setuju juga dong sm mbak novi:anak2 itu harus bahagia, dalam susah, maupun senang… err, bapak ibunya juga, kan…?๐Ÿ˜‰

  29. Daku merasakan semangat yang sangat membara dalam setiap untaian kata-kata yang engkau rangkai di sini.

    Btw, sepakat kalau Gaya hidup menjadi biang keladinya, dulu saat bujang aku hampir-hampir terseret gaya hidup teman-temanku dan untuk segera tersadarkan dan akhirnya mengerti bahwa hidupku tak hanya memuaskan nafsuku sendiri saja, nah lho! Nafsu makan enak, nafsu senang-senang, nafsu foya-foya.

    Tapi hidup telah mengajarkan lain…

    Hidup sederhana ternyata jauuuuhhh lebih indah, lebih fun dan gak ngebosenin, kadang ada sih rada pegel kalau pas diajakin jalan kaki๐Ÿ˜€ ha ha ha

    Seriously, aku juga ada teman, eh…saudara ding! yang menjadi “ehem” dari pejabat “ehem” gitu, salah satu alasan ya materi karena dia butuh banyak buat ngepuasin gaya hidupnya.
    Kalau si Pejabat ya puasin nafsu “ehem” nya lah…mungkin di rumah udah bosan….

    Astaugfirulallahaladzim…….semoga ini tak termasuk golongan ngegossip๐Ÿ˜†

  30. Hidup kadang ga adil, kenapa rumput tetangga selalu lebih hijau, knapa tetangga bisa punya tas harga jeti2 an, punya pohon duit yg bisa digoyang setiap saat๐Ÿ˜† . Aku kaget loh pas liat foto penyanyi dangdut yg nikah dg pejabat sdh berustri, tuh artis dangdut buka koper penuh duit๐Ÿ˜€ .
    Anakmu Fit haha lucu banget, trus kamu minta supir angkot nyalain ac?.
    Happy Sunday yaa! 1 des๐Ÿ˜‰ .

    • Pohon duit yg bisa digoyang—>nyangkok dong, mbak….๐Ÿ˜†
      Ish, foto yg mana tuh? Kok aku belum liat, ya? Hahaha, nggak mau ketinggalan berita..
      Andro tuh emang suka bikin emaknya mati gaya kok, mbak. Kapan itu, pernah nyeletuk: bu, rokok kan nggak baik buat kesehatan ya! DI DEPAN CEWEK GAUL YANG LAGI ASYIK NGEROKOK. Mateekkkkk, dipelototin lah kitaaaa..๐Ÿ˜†
      Selamat hari minggu tgl 1 des, mbak Nella. Salam dingin habis hujan dari Bandung..๐Ÿ™‚

  31. Hallo, Mbak… mampir pertama nih… dan langsung nggak bisa berhenti baca.
    Beberapa tulisanmu bikin ngikik, beberapa bikin saya terharu…
    Nampaknya bakalan sering mampir habis ini.๐Ÿ™‚
    Salam kenal

    • Halooo, mbak Novi. Salam kenal juga. Panggil Fitri aja, ah. Jangan pake mbak.. *ketahuan nggak mau dianggap tua*๐Ÿ˜†
      Haha, mari saling kunjung mengunjungi. Aku juga udah ngintip rumah mbak Novi, dan ngikik2 jugaaaa..๐Ÿ™‚

  32. buat dicantol di tangan sama si bahu aja 500 juta ya hahahaa
    tapi kalo 500 juta buat tas ekeh ga ngiri, tapi kalo 500 juta nongol di tabungan orang baru tu ngiri hahaha
    emang bener sekali tuh, senang mah naluri orang, susah yang musti belajar๐Ÿ˜€

silakan tinggalkan komentar disini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s