36 tahun

Saya tahu dalam hidup saya banyak melupakan banyak hal. Tapi pagi ini ketika Bu Helfie, salah seorang boss yang jadi tandem saya datang paling pagi di kantor ini berujar: Mbak, Mas Myko hari ini ulang tahun, ya…? “ -sekedar informasi, kementerian tersayang kami punya situs yang memungkinkan sesama pegawai ngeliat siapa dan dimana pegawai yang berulang tahun setiap harinya – saya langsung mati kutu. Apppaaaaa…? Tidak mungkiiinnn saya melupakan yang satu itu. 11 tahun mengenal beliau, belum pernah sekalipun saya lupa tanggal lahir Baginda Raja. Nggak pernah, even once! Oh well, ternyata memang selalu ada yang pertama untuk segala hal. Saya, lupa. Dan detik itu langsung nelpon beliau, ngucapin permintaan maaf diikuti rentetan doa semoga selalu sehat, makin sabar, makin sayang anak estri, makin rajin nyapu, makin rajin bantuin nyuci, ngepel, ngurus A3… *haha* trus beliau cuma ber-ham-hem-ham-hem aja. Hahaha, ngambek nih yeeee…. ๐Ÿ˜†

Maaf ya, Mas sayang. Tapi cintaku tak cuma sebatas ingat hari lahirmu saja, kok. Sungguh! ๐Ÿ™‚

Ini pose rada absurd sih ya. Antara pamer si bronze sama pamer lengan. Hohoho.. Tapi ya sudah lah. Yang jelas ini pose keren dong... di mata estrinya. :D

Ini pose rada absurd sih ya. Nggak jelas antara pamer si bronze ato pamer lengan. Hohoho.. Tapi ya sudah lah. Yang jelas ini pose keren dong… di mata estrinya. ๐Ÿ˜€

Selamat genap 36 tahun, lelaki tersayangku. Semoga Allah menambahkan semua hal baik di hidupmu, di hidup kita. Dan dengan semua yang sudah kau lakukan untukku dan anak-anakku, mana mungkin aku tak semakin sayang padamu, kan? *pelukciumselamanya* ๐Ÿ™‚

comments off

8 tahun

image

Hai, Bang Andro..

Tadinya Ibu pengeeen banget bikin surat cinta yang indah buatmu di ulang tahunmu yang ke 8 ini. Apadaya, hectic pindahan kantor ternyata menguras banyak sekali waktu (dan juga emosi, ehem! ) Ibu, jadi ya sudah lah, kita cukupkan saja dengan pagi-pagi membangunkanmu sambil menyetel lagu selamat ulang tahun di henpon *yang baru ibu download jam 5 pagi* lalu baca doa di deket party supplies kiriman tante Feni *kamu ternganga2 waktu Ibu bilang tulisan keren ini dikirim jauh2 dari Bogor* dan kemudian potong kue yang Ibu beli di Holland Bakery (tanpa sepengetahuanmu) lalu buka 3 kado (1 dari dik Aura, 1 dari dik Amartha dan 1nya lagi dari ayah dan Ibu) *berakhir dengan 1 kado disabotase adik bontotmu* ๐Ÿ˜†
Sesederhana itu, dan itu sudah membuat wajahmu berseri-seri. Ah, kamu memang gampang sekali dibikin senang ya, Nak! ๐Ÿ™‚

Bang, Ibu pengen kamu tahu, kehadiranmu 8 tahun lalu itu adalah bukti nyata bahwa teori manusia dan ketentuan Allah adalah 2 hal yang sangat berbeda. Dan iya, kadang2 keduanya tak seiring sejalan. Jadi ketika Ibu dinyatakan positif mengandungmu tepat sebulan setelah Ibu keguguran untuk yang KEDUA KALINYA, dan lalu dokter dengan santai bilang ” kemungkinan besar ibu akan keguguran lagi” rasanya Ibu patah hatiiii sekali. Ayahmu yang jadi saksi betapa sedih dan terpukulnya Ibu waktu itu, mengingat sudah 2x calon buah hati kami gugur sebelum tiba waktunya dilahirkan. Kamu tahu, sayang… saat itu hati Ibu pediiihh sekali. Terlebih saat kamu, calon buah hati ke-3 kami juga divonis serupa. Ah, rasanya dunia runtuh! ๐Ÿ˜ฅ

Tapi seiring waktu, kamu tumbuh makin besar di rahim Ibu, dan makin kuat setiap harinya, (kadang bahkan membuat Ibu meringis nyeri karena tulang ini terkena tendanganmu). Perlahan tapi pasti, kekhawatiran dan ketakutan kami pun sirna, berganti menjadi harapan besar bahwa kamu akan hadir sehat di buaian kami.

Ketika kamu lahir secara alami di 13 April 2006 *dan terbilang sangat cepat karena prosesnya kurang lebih 4 jam saja* Ibu meyakini: keajaiban itu ada, jika Allah yang menghendaki. Subhanallah…

Bang, maaf ya kalo akhir2 ini Ibu banyaaakkk sekali ngomel dan marah-marah padamu. Seandainya bekas omelan itu terlihat secara kasat mata di badanmu, entah sudah seperti apa bentuk ragawimu sekarang. Duh, hanya dengan membayangkannya saja, Ibu langsung pengen nangis!

Maaf ya Bang..
Untuk ketidaksabaran Ibu menghadapimu,
Untuk teriakan2 Ibu yang gemas dengan tingkahmu saat menggoda adik2mu,
Untuk kurangnya waktu Ibu untuk mendengar celotehan2mu,
Juga untuk kurang enaknya macaroni schootel bikinan Ibu…
Maaf.
Maaf.
Maaf.

Selamat genap 8 tahun, Andromeda Barron Falatehan Sefriyana. Dengan semua yang sudah kau lalui bersama kami, sudah sepantasnya Ibu mendoakan hanya HAL BAIK yang akan mengelilingimu di hidupmu nanti.
Oh ya.. sekarang Ibu harus katakan sesuatu : Ibu, sayang, padamu!

Peluk cium selama-lamanya,
~~~Ibu : perempuan yang masih harus terus belajar sabar~~~

3 tahun…

Si bayi yang dulu pas baru brojol tampangnya begini…

amartha1

.. tahu-tahu sekarang udah bisa bergaya di depan kamera…

amartha

… Si bayi yang dulu dicuekin abangnya, karena game di ponsel SELALU lebih menarik…

amartha3

… sekarang udah bisa diajak nge-game berjama’ah dan memaksa ibunya merogoh kocek lebih dalam… *tekorrrr* ๐Ÿ˜†

amartha12

… Si bayi yang dulu cuma bisa diciumin secara posesif sama mbaknya itu…

amartha4

… sekarang udah bisa diajak naik skuter bareng..

amartha2

… Si batita yang dulu kemana-mana harus selalu digandeng (dan digendong) itu…

amartha6

… sekarang rela berjalan kaki, demi supaya mbaknya yang kelelahan bisa digendong oleh sang penggendong sejati…

amartha8

… Si bayi yang dulu cuma bisa ditowel-towel diatas kasur itu..

amartha2

… sekarang udah bisa diajak narsis foto bareng..

narsis

Aaahhhh… betapa benar kata orang: waktu berjalan begitu cepat, saat kita sedang bersenang-senang.

Jadi, semoga sajaaaaa tak ada lagi nikmat ALLAH yang kita dustakan, ya… ๐Ÿ™‚

Selamat genap 3 tahun, Amartha Barron Farras Sefriyana…

Seperti semua Ibu di seluruh penjuru bumi ini, tak pernah bosan Ibu mendoakanmu, agar hidupmu nanti selalu dipenuhi dengan hal-hal baik: kesehatan, kecerdasan, keislaman-keimanan, nasib baik, keberuntungan, kesejahteraan dan keselamatan, DUNIA-AKHIRAT. Aamiin…

amartha13

31 Oktober 2013: di perjalanan menuju daycare. Ini wajah sumringah karena dapet sendal angry bird dari “mbak Aura” dan mobil Alphard (mainan, tentu saja. Moso’ beneran? ) dari “bang Andro”. Trus, dari ayah-ibunya? Cinta dan kasih sayang, laaahhh…! Apalagi? ๐Ÿ˜†

Oh, dan seandainya saja waktu bisa diputar ulang, Ibu tak keberatan sama sekali loh, melahirkanmu di tanggal 1, tanggal 2, 3, atau 4 November. Jadi bukannya di penghujung bulan yang tongpes macem sekarang, sayaaaanggg…! *ini sekaligus peringatan keras untuk yang mau coba-coba minta traktiran* Huahaha… :mrgreen:

5 tahun…

05 Oktober 2013: Princess wanna be ini sudah sangat sumringah dikasih tiara harga 10 rebu, tongkat peri 30 rebu, dan oh... ada sendal princess di kakinya, dibeli dengan harga 70 rebuan. Rok tutu kesayangan dari mbak Indah Mumut dan gelang manis dari neng Tyka ini juga selalu jadi andalan dong, biar penampilan paripurna. Haha, jadi ladies... ngapain repot2 jadi miss universe, kalo dengan modal 100 rebuan bisa jadi princess biarpun cuma sehari? :lol:

05 Oktober 2013: Princess wanna be ini sudah sangat sumringah dikasih tiara harga 10 rebu, tongkat peri 30 rebu, dan oh… ada sendal princess di kakinya, dibeli dengan harga 70 rebuan. Rok tutu kesayangan dari mbak Indah Mumut dan gelang manis dari neng Tyka juga selalu jadi andalan dong, biar penampilan paripurna. Haha, jadi ladies… ngapain repot2 jadi miss universe, kalo dengan modal 100 rebuan bisa jadi princess biarpun cuma sehari? ๐Ÿ˜†

Memang betul ya, kata orang: waktu berjalan sangat cepat ketika kita sedang sangat menikmatinya…

Perasaan, baruuuu aja kemarin Ibu mabok kronis pas hamil kamu; (nyaris 7 bulan muntah2, oh my… waktu berjalan sangat lama saat itu.. )

Perasaan, baruuuu aja kemarin Ibu ngerasain berada di pintu surga dan neraka sekaligus, saat melahirkanmu; (ternyata, tempat di antara hidup dan mati itu sungguh2 ada, ya! )

Perasaan, baruuuu aja kemarin Ibu nyusuin kamu, merah ASI, lalu cuci2 botol ASIPmu. (Ibu sangat menikmati saat2 menyusuimu. Tapi memerah ASI dan lalu cuci2 botol bekas ASI itu? Aih, itu sungguh-sungguh 2 hal yang sangaaattt berbeda… ๐Ÿ™‚ )

Perasaan, baruuuu aja kemarin ngerasa hidup kami makin lengkap dengan kehadiranmu… (oh, hidup kita terasa makin komplit saat si bontot lahir kan ya, mbak? )

Aahhh… Tak terasa, hari ini… sudah genap 5 tahun kau bersama kami. Terima kasih ya, Nduk. Untuk semuanya. Untuk senyum ikhlasmu, untuk sabarmu, untuk samudra maafmu, untuk semua pengertianmu, untuk semua kebaikan yang kau bawa ke dalam kehidupan kami. Terima kasih, karena tak pernah menyerah pada (kegalakan dan kejudesan) Ibu…

Dan seperti yang selalu Ibu bilang, rasanya sulit membayangkan abang dan adikmu bisa mempunyai saudara perempuan yang lebih baik dari kamu. Dan kami? Tak bisa membayangkan, memiliki anak gadis lain yang mempunyai ketulusan melebihi ketulusanmu…

Selamat genap 5 tahun, Aurora Barron Florista.
Seperti segala kebaikan yang telah kau bawa, semoga hanya kebaikan sajalah yang akan bertambah dalam hidupmu.
Semoga Allah akan selalu menambah kecerdasanmu, ketulusan hatimu, kesabaran jiwamu, keberuntungan, dan juga nasib baikmu. Aamiin..

Bandung 05 Oktober 2013
Yang selalu sayang padamu,
Ayah-Ibu-bang Andro-dik Amartha

Ps. Kami sih selalu berusaha untuk memenuhi semua keinginanmu, mbak. Tapiiii…. Pleaseeee jangan minta adik bayi lagi, ya. Ibu kan jadi galau, nih! :mrgreen:

9 tahun…

Sejak menikah DAN punya juniors, rasanya jadi susaaaaah banget foto ber-2. Saking pengennya foto ber-2 saja, mumpung si tengah dan si bontot lagintidur, curi2 deh kita fofotoan di lampu merah. Oh, dan tolong abaikan minnion di tengah kami. Itu kerjaan si sulung yang keukeuh pengen Kevin kesayangannya ikut mejeng juga. Zzzzz...

Sejak menikah DAN punya juniors, rasanya jadi susaaaaah banget foto ber-2. Saking pengennya foto ber-2 saja, mumpung si tengah dan si bontot lagi tidur, curi-curi deh kita, fofotoan di lampu merah. Oh, dan tolong abaikan minnion di tengah kami. Itu kerjaan si sulung yang keukeuh pengen Kevin kesayangannya ikut mejeng juga. Zzzzz…

Awal sebuah cerita:
Saya lupa, kapan tepatnya saya melihat beliau di kampus kami. Tapi begitu melihatnya, saya tahu.. selain sosok jangkungnya, ada hal lain yang membuatnya tampak istimewa di mata saya. Rajinnya beliau sholat tepat waktu, dan meninggalkan teman2nya yang sedang asyik ngobrol di kantin? Mungkin. Cara bicaranya yang tenang? Mungkin. Pengetahuannya yang di atas rata-rata? Mungkin. Gaya berpakaiannya yang sederhana? Mungkin. Yang jelas, saya tahu, saat berbincang dengannya, saya tidak perlu pusing memikirkan hal lain. Saya cukup menjadi diri saya sendiri.

03 September 2003:
Untuk pertama kalinya kami pulang kuliah berdua, JALAN KAKI melewati gedung sate, gasibu, dan menerobos kerumunan orang yang menonton konser Padi. Ngobrol santai di Sindang Reret Gasibu, dan dengan santainya saya tutup hidung di depan beliau yang sedang asyik merokok, trus waktu beliau tanya: “kenapa?” Saya jawab dengan enteng: “nggak apa2.. saya nggak suka aja, sama asap rokok…. “ Dan tanpa bicara lagi beliau langsung mematikan rokok yang baru beberapa menit dinyalakannya. ๐Ÿ™‚

04 September sampai dengan 08 September 2003:
Janjian setiap pulang kuliah makan malem berdua, dengan menu2 awal resto dan cafe, lalu selanjutnya melipir ke warung2 tenda pinggir jalan. Haha, mulai bokek nih, yeeee… ๐Ÿ˜†
Dan selama seminggu itu, saya dijudesin seseorang di kampus kami yang TADINYA nempellll terus ke beliau. Istri? Bukan! Pacar? (katanya) juga bukan. Ya sudah, saya cuekin aja… Drama lain? Ada seseorang yang katanya jedot2in kepalanya ke tembok gegara ‘ditinggal’ dan ada seseorang (lagi) di suatu tempat lain yang patah hati, karena diputusin sepihak. Saya jahat? Iiihhh, saya kan nggak merebut suami orang, dan saya cukup percaya waktu beliau bilang status 3 orang itu bukan pacar. HTS-an? Mungkiiiiinn… ! But sorry ya, girls. The man is mine…. *evil laugh* ๐Ÿ˜†

09 September 2003:
Beliau mendeklarasikan BERHENTI MEROKOK, dan itu TANPA SAYA MINTA. Cinta? Well, you tell me! ๐Ÿ™‚

11 September 2003:
Di salah 1 cafe di daerah Dipati Ukur, beliau melamar saya. As a wife. Bukan sebagai pacar. No diamond ring, no down on his knees. He just asked me, and I said yes. As simple as that. Tapi hatiku membuncah bahagia! ๐Ÿ™‚

11 September 2004:
Ijab qobul di rumah saya, dalam bahasa Arab, mas Agus, kakak laki2 saya sebagai wali. Dengan mahar uang 1.192.004 rupiah, kami SAH sebagai suami istri. Alhamdulillah… ๐Ÿ™‚

13 April 2006: lahir si sulung;
05 Oktober 2008: lahir si tengah;
31 Oktober 2010: lahir si bontot.

Aaaaah, kurang baik apalagi coba, Allah sama saya? DIA kirimkan seseorang yang sejak DARI PANDANGAN PERTAMA, udah saya yakini akan menjadi pendamping hidup saya (oh yes, love at the very first sight does exist! ๐Ÿ™‚ )
Beliau kemudian menjadi kekasih, sahabat, suami, ayah, menantu, dan ipar YANG LUAR BIASA HEBAT, dan beliau selalu ada disana, meyakinkan diri saya segalanya akan baik-baik saja, BAHKAN di saat-saat genting ketika saya tidak percaya pada diri saya sendiri.

Bunga pertama (semoga bukan yang terakhir, haha) yang dikirim ke rumah, dan bikin estrinya tersipu2. Dan lalu estrinya secara nggak sopan kepikiran: aih, berapa ini harganya? Sayang tahu, duitnyaaaaa... huahaha...

Bunga pertama (semoga bukan yang terakhir, haha) yang dikirim ke rumah, dan bikin estrinya tersipu2. Dan lalu estrinya secara nggak sopan kepikiran: aih, berapa ini harganya? Sayang tahu, duitnyaaaaa… huahaha…

Terima kasih ya, Mas. Untuk 9 tahun yang luar biasa ini.
Aku menunggu keajaiban lain di 9 tahun ke-2, ke-3, ke-4 dan seterusnya yang akan datang nanti, dengan 1 keyakinan: kita akan berhasil melewatinya dengan baik, karena cinta adalah KITA…
(11 September 2004-11 September 2013)

(Bukan) Kue Lebaran

Banyak yang bilang, merayakan Idul Fitri tanpa kue Lebaran itu ibarat menikmati sayur lodeh tanpa sambel. Kurang afdol. Tapi kalo buat saya sendiri, kue lebaran diperlukan karena pas Lebaran biasanya kan kita banyak didatangi tamu, tuh. Ya teman, ya kerabat, ya sodara, ya mantan pacar (???) jadi rasanya nggak mungkin juga, meja tamu kosong melompong gitu, nanti kurang seru dong, ngobrol nggak ada yang dicemal-cemil. ๐Ÿ™‚ Dulu, sebelum menikah, saya paling seneng BANTUIN kakak-kakak saya bikin kue kering (kuker) untuk lebaran. Liat capslock-nya, BANTUIN loh, ya. Jadi saya ini figuran, kakak-kakak saya yang jadi pemain utamanya. Ini sekaligus penjelasan, in case nanti ada yang tanya saya jago bikin kue apa nggak. Saya jago, sih. Jago nyicipin. Hahaha…
Anyway, kami biasanya gotong royong bikin beberapa macem kue kayak kue kacang, nastar, kastengels, macem-macem bolu, trus bikin peyek kacang juga (peyek kacang bikinan Ibu saya itu juaraaaa, banget! ๐Ÿ™‚ ) Saya sih bagian motong-motong kacangnya doang. Gampil, kalo kacangnya cuma sedikit. Tapi kalo kacangnya 2-3 kg? Pegel juga! ๐Ÿ™‚

Keluarga saya adalah keluarga besar. Sangat besar, malah. Saya anak ke-15 dari….16 bersaudara (oh yes, 5+11 bersaudara, Seus! ๐Ÿ™‚ ) : 5 sodara dari ibu yang pertama, dan 11 orang lagi dari ibu kandung saya. Kebayang nggak sih, porsi makanan yang harus disiapkan kalo lebaran…? ๐Ÿ˜€ Untuk membuat 1 macem kue saja, bisa seharian penuh nggak selesai-selesai, saking banyaknya kue yang kita bikin. Jadi bisa seminggu lebih deh, kami nyiapin kuker buat Lebaran. Belum lagi ketupat, rendang, dan lauk pauk temennya yang seabreg itu. Wuih, sibuknya ngalah-ngalahin hajatan! Tapi meskipun capek buangeeeettt, rasanya hepi-hepi aja. Soalnya waktu jadi berjalan cepet, tahu-tahu Adzan Maghrib, dan saya suka banget sama harum kue yang baru mateng itu. Hmmm, wangi…! ๐Ÿ™‚
Nah, sejak menikah tahun 2004 dan tinggal di Bandung, saya nyaris nggak pernahย baking-baking kue Lebaran lagi. Males, euy! (Langsung jujur saja, lah. Daripada bingung cari alesan, haha… ) Habis tiap lebaran kami kan pasti mudik, tuh. Ehm, pernah sih, sekali Lebaran di Bandung. Tahun 2008. Tapi itu juga karena nggak ada dana buat mudik, setelah kami habis-habisan dengan urusan renov rumah yang ditinggal kabur pemborongย gila itu, dan kok ya paaaas banget, waktu itu saya juga mau lahiran si tengah, jadi ada alasan kuat untuk nggak pulang, deh. Jadi, keluarga di kampung tahunya kami nggak mudik karena saya mau lahiran, padahal sih karena nggak punya duit. Hahaha… (sekarang sihย bisa ketawa, coba dulu, uuhh sediiiiiihhhh pisan ๐Ÿ˜ฆ ) Eh, ini kok jadi ngomongin masa lalu, sih..? *kebiasaan ngelantur* :mrgreen:

Sekarang, berhubung tiap lebaran rumah ditinggal mudik, jadi buat apa dong, saya repot-repotย nyediain kue lebaran? Di komplek perumahan saya ini, hampir semua penghuninya juga mudik, jadi biasanya nanti silaturahim setelah lebaran dipake ajang tuker-tukeran oleh-oleh dari kampung! ๐Ÿ™‚ Nah kalo udah pengeeen banget makan kuker, ya cap cuss saja ke Primarasa, ato ke MENU, disana banyaaakk sekali pilihan kuker yang enak-enak. Tinggal pilih mana yang kita suka.ย ย Cuma satu aja yang bikin eneg: harganya! ๐Ÿ˜†

Idul Fitri tahun ini, in shaa Allah kami bakal mudik ke kampung saya di Banjarnegara – Jawa Tengah, setelah tahun kemaren mudik ke kampung Baginda Raja di Cirebon. Otomatis, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya nggak ada niat beli (apalagi bikin) kue Lebaran, dong. Buat apa? Keluarga saya lebih seneng dioleh-olehi pisang molen sama brownis, sih… ๐Ÿ™‚
Eh tapiiii.. 1-2 minggu sebelum puasa kemaren, mbak Tri, salah seorang temen kantor yang sedang tugas belajar, mampir ke kantor bawa sampel kuker yang dia bikin sendiri. Macem-macem jenisnya. Saking banyaknya, saya nggak ngeh, kue apa aja yang kemaren dibawa. Yang jelas, begitu nyobain, saya yang tadinya NGGAK NIAT sama sekali beli, langsung pesen 5 macem sekaligus! Hahaha…. Itu nggak niat beli, ya.ย Gimana kalo niaaattt? Bangkruuuttsss! ๐Ÿ˜† Habis beneran enak loh, kuker bikinan mbak Tri. Dan karena dia juga punya krucils kayak saya, udah pasti lah, bahan-bahan yang dia pake aman dari segala macem zat pengawet, pewarna dan penyedap rasa yang berbahaya itu. Ini bukan postingan berbayar, tapi kalo ada yang mau pesen kuker bikinan mbak Tri, boleh email saya. Ish, ujung-ujungnya promosi! ๐Ÿ™‚
Dari 5 macem kuker yang saya pesen itu, udah ada 2 stoples yang langsung habis, yaitu lidah kucing pelangi, sama putri salju. Bukan saya yang ngabisin. Itu di rumah saya ada 3 bocah yang doyaaaan banget putri salju sama kuker pelangi. *lirikthekrucils* ๐Ÿ™‚

Nah terus, tadi pagi saya baru inget, saya belum ikutan flash giveaway-nya Cha. Hari ini hari terakhir buat yang mau ikutan. Sebenernya udah niat dari kapan bulan kali, mau ikutan. Bukan karena nafsu liat hadiahnya (walopun sampe sekarang masih ngiler liat fotonya, hihi..) tapi saya beneran suka dengan ide-nya Cha bikin GA buat ngerayain ultah suaminya. Its so sweeeet…! ๐Ÿ™‚ Uhm, apalagi kalo saya juga menang. *kode minggu ini* ๐Ÿ˜†

By the way, ini betul-betul pengalaman pertama saya ikutan giveaway, lho. Jadi rasanya deg-deg-an gimanaaaaa, gitu. Tadinya sih, udah niat banget beli cake di Chizz yang di jl Laswi itu, tapi ya ampuuunn, daerah sana kalo puasa gini kan jalurnya padat banget bikin ilfil, jadi ya sudahlah, manfaatin kue yang ada di rumah saja. Dan maaf ya, Cha… Aku nggak punya akun twitter, euy! Dulu pernah bikin, tapi saking nggak pernah dibuka, jadi lupa password-nya.ย Huuu…! Payah! :mrgreen:
Jadi kalo mau dieliminir karena nggak memenuhi kriteria juga nggak papa, Cha. Yang penting ikut seneng dengan ulang tahun Miku. Tolongย sampaikan ke dia, ya…

Miku, kamuย beruntuuuung sekali punya istri yang manis kayak Cha. Dan sejak kamuย memutuskan menikahi Cha, maka tugas kamu sekarang adalah membuat Cha BAHAGIA, sebagaimana aku yakin,ย Cha juga berusaha SANGAT KERAS untuk bikinย kamu bahagia…. Happy belated birthday, Miku-nya Cha…

image
May this birthday offer you as much joy and happiness as you give to your wife. God bless you! ๐Ÿ™‚

cha

Ps: tulisan diatas dibuat dari 3 jenis kue kering yang masih bisa diselamatkan dari jarahan 3 bocah itu. Aku lupa namanya. Yang jelas rasanya enaaakkk..! ๐Ÿ™‚ Oh, dan itu ada lilin-nya lho, ya. Cuma ya maafkeuuunn, fotonya pake ponsel. Jadi kurang maksimal deh, hasilnya. Kapan-kapan kalo bikin GA lagi, hadiahnya kamera DLSR ya, Cha…? Huahaha….*ditimpuk* :mrgreen:

Rekor….

Jadi kan, tanggal 16 Mei kemaren saya ulang tahun yang ke….. 34 ! Hahaha, akhirnya diumumkan. 34 tahun = tua ya? Tapi nggak ngerasa tua juga sih, wong sampe detik ini saya masih suka pecicilan becanda sana sini, masih suka merepet ngomel kalo lagi kesel, dan… masih suka narsis foto-foto. Dan iya, cuma itu Sodara… standar belum tua menurut saya. ๐Ÿ˜†
Anyway… hari kamis pagi tanggal 16 Mei itu saya beli kue di Disini Bakery untuk temen -temen di ruangan, trus hari Jum’at pagi pesen Office Fiesta-nya PHD, dan lanjut dong acara traktiran itu ke hari Seninnya. Huampuuuunn, Ndoro! Nasib ya, kalo ulang tahun kayaknya samsara banget dengan tradisi traktir mentraktir ini. :mrgreen:

IMG_20130520_120610

Senin, 20 Mei 2013. Di Abuba Steak Buahbatu. (Terpaksa) nraktir gerombolan siberat, daripada nanti riweuh setiap hari selama sebulan ke depan ditodong traktiran sama mereka ๐Ÿ˜†
Untuk saya yang lebih seneng makan pecel daripada steak, makan di Abuba ini err.. sebenernya, nggak banget, ya. Secara kan saya cuma doyan daging ayam doang. Tapi nggak papa juga, sih. Demi kalian, teman-teman.. (uhuk!)

Acara maksi diluar bareng temen kantor ini pun lanjut ke hari Selasa, Rabu, Kamis dan Jum’at, jadi untuk pertama kalinya dalam hidup saya, rekor makan siang diluar SETIAP HARI SELAMA SEMINGGU PENUH akhirnya terpecahkan… ๐Ÿ˜€

Selasa, 21 Mei 2013. Habis cari batik ke Batik Komar Cigadung, pulangnya makan yamin di Warung Lela, dibayarin bu Jendral. Untuk maksi biasanya saya musti ketemu nasi, tapi karena udah laper berat, mie yamin bakso-pun, hajarrr bleh.. :D

Selasa, 21 Mei 2013. Habis cari batik ke Batik Komar Cigadung, pulangnya makan yamin di Warung Lela, dibayarin bu Jendral. Untuk maksi biasanya saya musti ketemu nasi, tapi karena udah laper berat, mie yamin bakso-pun, hajarrr bleh.. ๐Ÿ˜€

Rabu, 22 Mei, di Bumbu Desa. Berdua bu Jendral, (beda umur boleh 8 tahun, tapi liat dong, muka beliau lebih kinclong *tutup muka pake jilbab*) Makan prasmanan, ditraktir big boss saya yang paling big -hahaha-  yang kebetulan hari itu ulang tahun. Thank you ya, Bu Herlin.... :)

Rabu, 22 Mei, di Bumbu Desa. Berdua bu Jendral, (beda umur boleh 8 tahun, tapi liat dong, muka beliau lebih kinclong *tutup muka pake jilbab*) Makan prasmanan, ditraktir big boss saya yang paling big -hahaha- yang kebetulan hari itu ulang tahun. Thank you ya, Bu Herlin…. ๐Ÿ™‚

Kamis, 23 Mei 2013, di Jepang Doeloe. Makan siang bareng bu Jendral, dan si ibu calon profesor ini. Saya dong yang bayar, malu lah, dari kemarin dibayarin mulu... :lol:

Kamis, 23 Mei 2013, di Jepang Doeloe. Makan siang bareng bu Jendral, dan Mbak Yani, calon doktor termuda yg pernah saya kenal. Saya dong yang bayar, malu lah, dari kemarin dibayarin mulu… ๐Ÿ˜†

bu (calon) doktor, Adit dan Fifi: mukanya miriiiiip banget, ya? Ya eya, laaahh.. wong ibu dan anak.. :D

Ibu (calon) doktor, Adit dan Fifi: mukanya miriiiiip banget, ya? Ya eya, laaahh.. wong ibu-anak.. ๐Ÿ˜€

Jum'at, 24 Mei 2013, di BSM. Makan siang bareng dengan gerombolan siberat (lagi!) dan bu Jendral (lagi) yang bayarin. Ahhhh, lop yu pul deh, Bu... Mudah2an makin berkah dan banyak ya, rejeki Ibu.. :D

Jum’at, 24 Mei 2013, di BSM. (Eh, sekarang namanya udah ganti jadi Trans Studio Mall, ding). Bareng dengan gerombolan siberat (lagi!) dan bu Jendral (lagi) yang bayarin. Ahhhh, lop yu pul deh, Bu… Mudah2an makin berkah dan banyak ya, rejeki Ibu. ๐Ÿ˜€

Dan di TSM inilah, saya berhasil diracuni Bu Jendral: secara impulsif (akhirnya) beli parfum, setelah sebelumnya untuk urusan wangi-wangian saya sudah cukup puas dengan whitemusk-nya The Body Shop saja. Habis, kemaren lagi ada promo, pake kartu kredit bank Mega (pinjem punya Bembi) beli 1 parfum dapetnya 2! Cobaaaa…! Siapa yang tahaaaannn…? *racun yang menyenangkan* ๐Ÿ˜†

Huaahhh.. what a week! But thanks a lot, guys. Buat semuanya…

Tapi jangan lupa, kadonya belum loh, yaaa…! Haha, teuteuuuppp nagih. ๐Ÿ˜†

Ps: punten ah, nggak ada foto makanannya. Buat saya, makanan itu untuk dimakan sih, bukan untuk difoto-foto. Huahaha… *ditimpuk kamera-nya pecinta foodtography* :mrgreen: